Semprulisme Kakek Baru
Seorang pria gaek nan terhormat, sebut saja namanya Semprul suatu hari merasa luar biasa senang. Pada saat itu dia berhasil menjadi seorang kakek. Sebab anak bungsunya, yang besekongkol dengan menantunya sukses mencetak cucu pertamanya.
Yang membuat dia bangga, cucunya itu laki-laki. Sungguh sebuah peristiwa yang selama ini diimpi-impikannya menjadi sebuah kenyataan. Cucunya itu dilahirkan di sebuah rumah sakit. Namun si kecil belum diberi nama.
Ternyata menjadi kesibukan tersendiri untuk menamai si kecil itu. Semua sanak saudara yang membesuk di rumah sakit pada memutar otak. Tujuannya untuk menemukan nama yang pantas buat si bayi laki-laki yang baru lahir di muka bumi ini.
Keluarga dari pihak besan besan Semprul juga turut larut di dalam kesibukan itu. Akhrinya satu-persatu gagasan nama-nama buat si kecil itu pada bermunculan. Ada yang yang memberi nama khas Timur Tengah, ada yang kebarat-baratan, ada yang ala Rusia, ada yang khas Indonesia dan sebagaianya.
Rupanya masing-masing orang itu saling mempertahankan gagasannya. Soalnya masing-masing merasa gagasannya paling pas untuk nama si kecil. Alahasil, suasana yang semula rilex berubah agak tegang.
Dari yang semula berdiskusi, malah menjadi sebuah perdebatan seru. ”Ahmad! Robert! Thomas Alfa Edison ! Vladimir Putin! Pokoknya Sapii..titik,” ujar para audien itu. Nah, rupanya Semprul yang sama sekali tidak memikirkan sebuah nama itu perlu bertindak sebagai pemecah suasana.
Maksudnya agar tidak tegang-tegang amat gitu loh.
Maka dia dengan lantang mengeraskan suaranya untuk menyebutkan sebuah nama. ”Jangan susah-sasah. Kasih aja nama Jablai, gitu he he he,” ujarnya bangga.
Dia merasa bangga karena menganggap semua orang bakalan tertawa. Tapi kenyataannya lain. Sebab semua orang hanyalah terbengong-bengong melihatnya. Keruan Semprul jadi salah tingkah.
Semprul merasa tidak bersalah dengan ucapannya. Meski tidak mengerti maksudnya, tapi dia memang sering mendengar kata jablai. Apalagi anaknya sering menyetel VCD klip lagu dangdut Titi Kamal yang berjudul ’Jablai.’
Maka Semprul terinspirasi dengan kata yang dianggapnya bagian dari bahasa gaul itu. ”Lai lai lai lai lai lai, panggil aku si jablai.”@
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Arsip
- Februari 2008 (9)
- Januari 2008 (15)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS