Semprulisme Pejabat Tramtib
Seorang pejabat tramtib, sebut saja namanya Semprul, sehari-hari begitu keras terhadap anak buahnya. Dia memang garang, seolah-olah bisa menaklukkan siapa pun. Tetapi wibawanya itu langsung sirna ketika berhadapan dengan salah seorang pejabat yang lebih penting. Bagaimana itu?
Sebuah gambaran saja, jika Semprul melihat anak buahnya yang tidak disiplin, maka akan sangat berang. Hukuman berat pasti datang menyambut. Semisal saja, jika melihat anak buahnya terlambat.
’’Lu push up seribu kali,’’ bentak Semprul. Atau ketika melihat anak buahnya cengengesan, maka tak segan-segan untuk mempermalukan di depan umum. ’’Teplak-teplak.’’ Tamparan demi tamparan mendarat di wajah anak buah Semprul.
Semprul memang sangar. Kepada orang lain terkadang juga bersikap sangar. ”Brrrr,” ujar dia suatu saat kepada wartawan. Kayak anjing herder saja. Tetapi pada suatu hari, ketika ada acara bertemu Gubernur Semprul datang dengan penampilan yang salah.
Betapa tidak, yang lain pada necis-necis pakai jas, dia malah santai-santai mengenakan pakaian olahraga. Tak pelak pejabat tangan kanan gubernur menjadi berang dibuatnya.
’’Lu, ganti pakaian,’’ ujar pejabat tersebut.Menariknya, Semprul saat itu bagaikan abdi dalem keraton Jogjakarta yang disuruh sultannya. ”Siap Pak,” ujar Semprul. Lantas dia meninggalkan tempat menuju Kantornya.
Tetapi sejurus kemudian dia nongol lagi dengan penampilan lebih aneh. Semprul sudah mengenakan jas, berdasi, namun bagian bawahnya masih mengenakan celana trining. ”Mohon izin Pak, celana saya ketinggalan di mobil,” ujar Semprul.
Wajar saja jika kemudian pejabat tersebut semakin berang. ”Sana cepetan, bego,” tegas pejabat itu. Semprul pun tergopoh-gopoh menuju mobilnya. ”Siap Pak,” ucap Semprul, agak terlambat.@
Belum ada komentar.
Tinggalkan sebuah tanggapan
-
Arsip
- Februari 2008 (9)
- Januari 2008 (15)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS