SEMPRULISME

hidup itu memang lucu

Semprulisme Ustad Politik

Seorang pemuka agama, sebut saja namanya ustad Semprul, mengisi acara pengajian di lapangan pinggiran ibu kota. Dalam ceramahnya Semprul mengajari bagaimana sikap yang tepat untuk Pilkada DKI. Dia juga banyak mengeluarkan dalil sebagai pembenar idenya itu. Apa sih ceramahnya?

Semprul tampil sebagai salah satu penceramah dari sekian ulama yang dihadirkan panitia pengajian tersebut. Rupanya dia sengaja ingin tampil beda. Ustad yang lain kebanyakan berceramah masalah etika dalam beragama.

Tetapi Semprul mengangkat tema etika berpolitik. Pada awalnya Semprul mengajak warga agar tidak larut dalam euforia Pilkada. Momen itu harus dijadikan peristiwa yang biasa saja, tidak boleh diistimewakan. Semprul berpesan agar warga tidak fanatis terhadap salah satu calon.

Sebab fanatisme yang berlebihan akan menimbulkan tindak kekerasan. Semprul mengajak warga agar menjadi massa pemilih yang rasional. Sikap itulah yang selalu dia pegang. Lalu apa definisinya?

Dia lantas memberi gambaran bagaimana sikap yang tepat menjadi pemilih yang rasional itu. Dalam pelaksanaan pilkada, foto pasangan cagub dan cawagub itu menurut butuh dicoblos. Yang paling banyak dicoblos akan menjadi pemenangnya.

Berarti yang menang akan menjadi penguasa yang tentu banyak uagnya. Menurut Semprul dalam pikada yang butuh itu jelas pasangan cagub dan cawagub itu. Sebaliknya, warga tidak butuh mereka sama sekali.

Untuk itu, kata Semprul, janganlah salah memilih pasangan calon-calon penguasa tersebut. Yang menguntungkan silahkan dipilih, tetapi yang tidak menguntungkan jangan. Lantas Semprul memberi ciri-ciri calon yang menguntungkan buat warga.

Antara lain, memberi uang tunai, memberi rumah, membangun atau memperbaiki fasilitas umum milik warga. Yang lebih penting lagi, pemberian itu harus dibayar di muka, bukan setelah menjabat nanti.

Sebab sesuai pengalaman jika tidak dibayar di muka, maka itu tinggallah janji-janji. ’’Jadi kite tunggu aje, siape calon yang datang ke kampung kite. Kalau die kagak ngasi kite apa apa, ngapain kita pilih die, iya kan,” ujar Semprul.

Menariknya peserta pengajian jadi bergairah dengan ceramah Semprul yang terkesan materialistis itu.
Tetapi sebagian peserta malah curiga bahwa Semprul merupakan salah satu tim sukses salah seorang calon gubernur yang akan datang ke kampung tersebut. Sebab dengar-dengar calon itu akan memberikan santunan.@

Februari 1, 2008 - Ditulis oleh danitri | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar