SEMPRULISME

hidup itu memang lucu

Semprulisme Wartawan Aspal

Seorang wartawan aspal (asli tapi palsu), sebut saja namanya Semprul, selalu saja berulah. Dia itu selalu mencari-cari kesalahan orang supaya bisa diperas. Tetapi suatu saat dia kena batunya. Bagaimanakah?

Maklum, Semprul itu bekerja kepada perusahaan media massa yang kumat-kumatan. Kadang terbit seminggu sekali tetapi dua bulan tidak terbit. Kadang terbitnya tiga bulan lagi. Pokoknya sejadi-jadinya dah.

Dia diberi gaji juga asal-asalan. Kadang perusahaannya memberinya gaji, tetapi sering tidak. Tak heran jika Semprul mencari gaji di jalan-jalan. Caranya, dengan dibekali dengan kartu pers dia mengaku wartawan.

Semprul dijuluki wartawan bangunan. Karena dia paling vaforit wawancara dengan pemilik bangunan yang bermasalah. Saat wawancara lagaknya mengalahkan petugas P2B saja, yaitu dengan memeriksa IMB segala.

Jika pemilik bangungan tak membawa IMB Semprul akan menggertaknya. ”Gua liput, mampus lu,” ujarnya. Keruan pemilik bangunan itu akan ketakutan. Supaya tidak terjadi, maka Semprul meminta digaji.

Begitu terus pekerjaan Semprul. Hingga suatu saat, dia menemukan lagi bangunan yang menurutnya bermasalah. Setelah dicari-cari ternyata pemiliknya adalah wartawan beneran. Walau tahu itu, Semprul tetap nekat memerasnya.

”Gua tulis lu,” gertaknya. Merasa tidak salah, wartawan tersebut mempersilahkan saja Semprul menulis sebebas-bebasnya. Sebab sekarang tidak ada seorangpun yang bisa menghalang-halangi tugas jurnalistik. Warawan bekerja dilindungi oleh Undang Undang.

Anehnya walau mengaku wartawan kok Semprul merasa tidak puas. Malahan dia mengharapkan yang lain. ”Yah, situ kan tahu sendiri kan, maksud gua,” ujar Semprul. Meski tahu, namun wartawan tersebut berpura-pura tidak tahu.

”Ya sudah, tulis saja kenapa sih,” ujar wartawan tersebut. Kini Semprul yang marah-marah. Dia memanggil teman-teman sebangsanya untuk mengerumuni Semprul. Namun mereka malah kena bentak. ”Gue tidak takut,” ujarnya.
Akhirnya Semprul CS mundur teratur.@

Februari 1, 2008 - Ditulis oleh danitri | Uncategorized | | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan sebuah tanggapan