SEMPRULISME

hidup itu memang lucu

Semprulisme Wartawan

Malu bertanya sesat di jalan. Pribahasa yang amat terkenal itu seolah tidak berlaku pada Semprul . Sebab dia yang banyak bertanya alamat,  kok malah semakin tersesat. Bagaimana ceritanya?

Jadi awalnya begini. Semprul yang seorang wartawan itu mendengar informasi peristiwa pencurian. Namun sayang, dia tidak menerima alamat lokasi kejadian yang lengkap. Dia hanya tahu nama jalannya saja.

Lantas dia bertanya ke petugas salah di salah satu polsek. Eh, bukannya memberitahu informasi lebih lanjut, petugas itu malah ketakutan. Petugas itu malah menyarankan agar Semprul tidak usah meliput kejadian tersebut.

Sebab dia takut kena marah atasannya yang kapolres itu. Sebab jika ada kriminalitas yang terekspos ke media massa, atasannya itu selalu kebakaran jenggot. Padahal tidak ada hubugannya.

Alias Jaka Sembung naik ojek, enggak nyambung Jek. ”Oo, dasar Kampret,” gumam Semprul saat meninggalkan petugas tersebut. Namun Semprul tidak putus asa menjalankan misinya.

Dia bertanya kepada setiap orang yang dijumpainya. Semakin lama semakin mendapat petunjuk terang. Sebab keterangan mereka mengarahkan ke salah satu lokasi yang sama. ”Ya udah, ente setelah itu tanya lagi deh, udah dekat kok,” ujar salah seorang tukang ojek.

Merasa berada di alamat yang tepat, Semprul bingung. Pasalnya lokasi tersebut merupakan lingkungan yang sepi. Wajar saja jika menjadi favorit para maling beraksi. Tetapi Semprul senang ketika melihat seorang bapak-bapak yang lewat.

Saat bertanya, pria yang terlihat berwibawa itu serius menanggapi pertanyaan Semprul. Tetapi giliran menjawab, Semprul terperanjat kaget. ”Walah walah walah, hulah hulah hulah,” ujar orang yang ternyata mengidap gagu tersebut. Saat ngomong, tangan si gagu menunjuk ke suatu arah yang seolah-olah nun jauh di sana.

Konyolnya, Semprul menanggapinya. Dia kemudian tancap gas menuju arah yang ditunjuk oleh si gagu. Setelah jauh dia ragu-ragu juga. Akhirnya setelah bertanya lagi, Semprul jadi menyesal luar biasa.

Ternyata alamat yang dituju adalah tepat di depan si gagu yang semula dijumpainya. Setelah selesai urusan, Semprul malah perang dengan batinnya sendiri. ”Yang bego itu sebenarnya gue atau orang gagu tadi sih,” pikirnya. Tetapi lama kelamaan dia mengakui kalau dirinyalah yang lebih bego.@

Februari 1, 2008 - Ditulis oleh danitri | Uncategorized | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar